Happy Sunday!

“Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan!” – Mazmur 97 : 10a

Jihyo ternganga. Apakah bocah ini sudah gila, pikirnya ngeri saat mendengar penjelasan orang di hadapannya. Pria itu datang pada Jihyo dengan wajah babak belur, meminta bantuan padanya. Entah apa yang memicu Jisoo untuk melakukan hal ini, tetapi ini sudah di luar batas. Gadis itu menggertakkan giginya.

Jesus, Hong Jisoo! Apakah kau sudah gila?!” teriak Jihyo kesal, tidak habis pikir dengan kelakuan sepupunya yang satu itu. Ia sedang merapikan kotak pertolongan pertama, saat Jisoo menjelaskan semuanya.

Bagaimana mungkin bocah itu menjadi seperti ini hanya karena berkelahi?
Terlebih lagi, ia berkelahi dengan sahabatnya sendiri?!

“Aku berkata padamu untuk membenci kejahatan, Jisoo.
Bukan membenci pelaku kejahatan! Apa kau kira kita ini pantas untuk menghakimi orang?!”Gadis itu memukul meja saking kesalnya. Membuat orang di hadapannya terlonjak sedikit, sebelum akhirnya menunduk malu.

“Maaf…” Suara lirih pria itu membuat Jihyo mematung pada posisinya.
Sebenarnya, ia tidak bermaksud untuk menghakimi Mingyu. Ataupun menghajarnya.
Namun, kelakuan sahabatnya  sudah melampaui batas dan ia tidak memiliki cara lain untuk menyadarkan anak itu.

Entah apa yang harus dilakukan Jihyo, tetapi kini gadis itu hanya bergeming memandangi Jisoo. Memang, dunia laki-laki itu sangat berbeda dengan dunianya. Namun, ia tidak menyangka bisa menjadi separah ini.

“Dengarkan aku, Jisoo,” gadis itu menghela napas sebelum melanjutkan kalimatnya.
“Mingyu pasti bisa berubah. Kau tidak perlu menghajar atau membencinya.
Itu sangat kekanakan di umurmu yang sudah dua puluh tahun, kau tahu?”

Jisoo mengangguk kecil ketika mendengar nasihat noona-nya.

“Sekarang, dinginkan kepalamu.
Renungkan. Apakah yang kau lakukan ini sudah benar?
Atau malah hanya akan memperburuk keadaan?” Jihyo menepuk bahu sepupunya itu pelan. Dalam hati berharap agar anak itu menyesali perbuatannya. Sangat tidak benar untuk menghajar orang lain hanya karena mereka berbuat salah. Lagipula, Mingyu juga manusia yang bisa melakukan kesalahan.

“Baik, Noona. Maafkan aku,” sesal Jisoo sebelum pria itu beranjak memeluk noona kesayangannya dengan erat. Jihyo hanya tersenyum kecil menanggapi perilaku Jisoo. Bagaimanapun juga, bocah ini adalah adik kesayangannya yang masih perlu ia bimbing.

Selamat hari Minggu!
Ambil yang baik dan GBU ❤

anigif

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s